Pilar Konten dan Templatnya, Begini Cara Menentukan dan Membuatnya

Pilar konten merupakan hal yang perlu diketahui dan dikuasai oleh para profesional yang ingin berkecimpung dalam dunia content marketing.

Menurut data Hubspot, 40% perusahaan mengatakan  strategi pemasaran konten sangat penting dalam strategi    pemasaran secara keseluruhan. Jadi, 80% perusahaan telah aktif menggunakan strategi pemasaran ini.

Namun, menurut The Content Strategist, masih banyak yang merasa bingung dan belum tahu bagaimana cara membuat pilar konten dan merencanakannya dengan baik.

Padahal, menentukan dan membuat pilar konten sangat penting karena dapat membantu sebuah perusahaan meningkatkan daya tarik dan kesadaran merek dengan cepat.

Jadi bagaimana Anda menentukan dan membuat pilar konten  yang  tepat agar sesuai dengan bisnis dan audiens Anda?

Jika kamu penasaran, yuk simak cara-caranya di bawah ini!

Pilar konten Cara Menentukan

Pilar konten hanyalah kategori atau topik utama yang akan terus-menerus   dibahas  oleh merek  Anda dan yang akan memikat audiens.

Topik-topik tersebut nantinya dapat menjadi panduan untuk mempermudah perencanaan ide konten dan menentukan konten yang paling relevan bagi audiens.

Namun, sebelum Anda membangun pilar konten, Anda harus terlebih dahulu mencari tahu tema mana yang paling cocok untuk merek Anda.

Kemudian, Blog menulis bahwa ada 3 cara efektif untuk menentukan pilar konten, yaitu:

  1. Analisis tren dan berita baru

Cara termudah dan paling murah untuk menentukan pilar konten adalah melalui penelitian independen dengan menganalisis tren saat ini.

Dengan media sosial dan menonton berita, Anda dapat mengetahui apa topik diskusi atau tren di industri Anda.

Misalnya, merek Anda  adalah industri gandum olahan. Anda dapat mencoba mencari tahu tema apa yang digunakan merek gandum olahan lain atau pesaing serupa.

Dari pencarian ini, Anda dapat menemukan bahwa audiens menyukai topik seperti promosi produk dan konten pendidikan.

Hal-hal inilah yang dapat Anda lakukan sebagai topik utama konten Anda juga. Namun, jangan lupa untuk mengeksplorasi apakah topik tersebut juga menarik bagi audiens target Anda sendiri.

  1. Teliti apa yang dicari pembaca

Jika Anda sudah memiliki akun media sosial atau blog untuk merek Anda  dan masih mencari topik untuk pilar konten. Anda dapat menggunakan cara kedua ini.

Selain riset mandiri, Anda juga dapat menggunakan survei atau jajak pendapat untuk secara langsung bertanya kepada komunitas Anda jenis konten apa yang mereka tonton.

Dengan begitu, Anda akan tahu pasti konten apa yang perlu dikembangkan dan diprioritaskan untuk bisnis Anda, bukan hanya meniru apa yang dilakukan merek  lain.

  1. Perhatikan data yang ada

Jika Anda pernah meneliti segmentasi pasar bisnis Anda, Anda dapat menggunakan data ini untuk menentukan pilar konten.

Anda mungkin menemukan bahwa sebagian besar pembaca konten Anda adalah pekerja kantoran. Dari data tersebut, mungkin Anda bisa mengembangkan topik terkait kehidupan kerja di kantor.

Jika Anda tidak memiliki data seperti ini, Anda dapat mulai mencarinya dengan bantuan alat seperti Google Analytics atau Analisa.io.

Cara membuat pilar konten

Jika Anda sudah selesai menentukan topik, sekaranglah saatnya untuk mulai membangun pilar konten bisnis Anda.

Content Marker Institute juga meluncurkan bahwa ada 3 langkah penting yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan  pilar konten.

  1. Jangka Waktu Kepala Tentukan

Pertama, Anda harus menentukan istilah utama atau, menurut Semrush, itu adalah tema paling umum dalam topik  utama   yang telah ditentukan.

Istilah utama yang digunakan harus memiliki cakupan yang luas dan biasanya hanya terdiri dari satu hingga tiga kata.

Misalnya, di bidang industri kesehatan tulang, Anda dapat menggunakan istilah kepala seperti “penyakit tulang.”

2.Masalah c-hours yang terhormat

Setelah mengetahui beberapa istilah utama, cobalah untuk menemukan topik utama yang dapat memperjelas konteks istilah utama.

Topik utama biasanya terdiri dari 4 hingga 6 kata. Jika kita melanjutkan dengan contoh sebelumnya, tema sentral “penyakit tulang”  adalah sesuatu seperti “fakta tentang penyakit tulang”  atau “pencegahan penyakit tulang”.

  1. Atur subtopik

Terakhir, atur beberapa topik spesifik dan juga tentukan format konten yang akan dirancang. Topik seperti ini juga dikenal sebagai subtopik.

Subtopik dalam pencarian kata kunci SEO mirip dengan kata kunci ekor panjang. Misalnya, Anda dapat menggunakan “makanan yang mencegah penyakit tulang” atau “cara menjaga kesehatan tulang sejak dini.”

 

Itulah pembahasan Glints tentang cara menentukan dan membuat pilar konten.

Singkatnya, menentukan dan menyusun pilar konten tidaklah mudah dan bisa memakan waktu yang relatif lama.

Namun, jika Anda sudah mendapatkannya, Anda sudah memiliki gambaran yang lebih jelas tentang konten yang harus Anda prioritaskan untuk  strategi pemasaran konten Anda.

Nah, untuk membantu Anda membangun pilar konten, Glints telah menyiapkan template  gratis untuk mendokumentasikannya. Praktis, bukan?

Dengan begitu, Anda tidak perlu repot-repot membuat dokumen pilar konten Anda sendiri  .

Yuk, dapatkan templatenya dengan menjawab pertanyaan di bawah ini dan klik tombol “DOWNLOAD GRATIS” di bawah ini!